Sumbangan Tulisan

Terima kasih Anda telah mengunjungi blog ini. Semoga Anda terinspirasi untuk Diam Sejenak 'tuk merenungkan hidup ini.

Kirimkan renungan/refleksi/pengalaman iman Anda ke blog ini untuk ditampilkan agar pembaca terinspirasi. Anda bisa mengirimkan ke email: diamsejenak@gmail.com

kategori

Sabtu, 18 Agustus 2007

MENGAPA ANDA PERLU BERDOA?

“Jika engkau bukan seorang pendoa, tidak ada orang yang akan percaya bahwa engkau bekerja hanya untuk Allah”


Francis Xavier Kardinal Nguyễn Văn Thuân

Dalam suatu kesempatan, aku berbicara dari hati ke hati kepada seorang teman tentang dunia pelayanan. Fenomena akan banyak orang yang memberikan dirinya kepada orang lain sangat menggembirakan kami. Betapa mengagumkan, ada orang yang mau menyuarakan suara orang yang tidak berani bersuara. Rupanya, pelayanan tidak hanya milik kaum berjubah, tetapi milik siapa saja yang mau terbuka pada kehendak Allah. Pelayanan adalah milik siapa saja yang mau mengambil bagian dalam keprihatinan Allah.

Di tengah animo pelayanan, ada satu hal yang menggelisahkan aku dan temanku. Kegelisahan ini lahir dari melihat kenyataan akan ketidakseimbangan hidup para pelayanan. Di satu sisi para pelayan memberikan dirinya terus menerus (aktivisme), tetapi di sisi lain mengabaikan kehidupan doa (kehidupan rohani). Sebagai contoh, ada beberapa teman-teman LSM yang melemparkan kritik pedas kepada kaum berjubah (ada sisi benarnya walaupun tidak seluruhnya) bahwa kaum berjubah yang mengikrarkan kaul kemiskinan sama sekali tidak peduli dengan orang miskin. Kemewahan menyingkirkan apa yang dijanjikan mereka kepada Allah, yakni menghayati kemiskinan. Di samping kritik itu, teman-teman ini merasa dirinya yang peduli dengan orang miskin karena mereka berteriak di jalan-jalan menyurakan suara mereka yang tidak berani bersuara. Mereka adalah orang-orang yang peduli! Semangat kepedulian mereka sangat tinggi. Tetapi, di tengah kepedulian mereka terhadap orang lain, mereka kehilangan semangat dan gampang putus asa! Mereka sangat kecewa manakala perjuangan mereka sia-sia. Mengapa? Penyebab utamanya adalah ketidak-seimbangan hidup.

Pelayanan (pemberian diri) tanpa membina kedalaman hidup rohani (hidup doa) akan membawa kita pada aktivisme. Aktivisme menandai disposisi hidup kita sebagai pelayan hanya bekerja, bekerja dan terus bekerja atas dasar motivasi kemanusiaan dan terlepas dari motivasi rohani. Maksudnya, pelayanan (pemberian diri) yang dilakukan tidak lahir dari penemuan akan kehendak dan keprihatinan Allah dalam situasi yang saat ini dan di tempat ini yang kita hadapi. Tidak mengherankan manakala kita melepaskan sisi kerohanian dari pelayanan dan pemberian diri kita, kita cepat merasa kecewa dan putus asa saat pelayanan dan pemberian diri kita tidak menghasilkan atau tidak dihargai oleh orang lain. Kita menjadi orang-orang yang terluka. Kita menjadi orang-orang yang hanya mencari kepuasan diri sendiri di dalam setiap pelayanan yang kita berikan.

Panggilan akan pelayanan adalah panggilan kita. Pelayanan yang kita emban adalah kepentingan Allah. Karena pelayanan yang kita lakukan adalah kepentingan Allah, maka sekecil apapun pelayanan kita, entah di rumah, di tempat kerja atau di mana pun, hendaknya kita lihat sebagai persembahan diri kita kepada Allah yang memanggil kita dan yang kita cintai. Allah yang akan menjadi kekuatan kita manakala kita mengalami tantangan dalam pelayanan dan pemberian diri kita. Percayalah bahwa “Ia takkan membiarkan kakimu goyah, penjagamu tidak akan terlelap…” (Mzm 121:3)।

bastian-wawan

2 komentar:

Unknown mengatakan...

setuju wan. dalam pelayanan, memang harus ada keseimbangan antara kerja dan doa. keduanya merupakan tiang yang menopang hidup kita dalam menjalani hidup. kerja (pelayanan aktif)dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh kehidupan doa yang baik. demikian juga dengan kehidupan doa, kita dapat sungguh-sungguh merasakan suatu keintiman dengan Allah dalam doa, ketika kita melakukan dengan baik dan penuh kesungguhan apa (pelayanan aktif) yang Tuhan inginkan supaya kita lakukan. Apabila kita tidak melakukan karya pelayanan aktif yang Tuhan inginkan dengan sungguh-sungguh, maka menjadi hambarlah segala kedekatan kita dengan Tuhan. Atau dengan kata lain, kita akan menjadi seorang hamba yang jahat di mata Tuhan (ingat tentang perumpamaan mina dan talenta). Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati.

..MeLinDa's.. mengatakan...

terkadang juga sulit untuk bisa berdoa dengan sungguh"..
tapi dengan berdoa bisa nemukan kedamaian..


semakin banyak pelayanan kita.. justru kita juga harus semakin banyak berdoa.. karena semakin kita punya niat.. semakin besar cobaan yang datang..
sudah kualami 1 tahun kemaren.. dan semakin besar cobaannya di tahun ini..

dengan berdoa.. dan pasrah diri sama Tuhan.. banyak sekali membantuku.. ^^