Sumbangan Tulisan

Terima kasih Anda telah mengunjungi blog ini. Semoga Anda terinspirasi untuk Diam Sejenak 'tuk merenungkan hidup ini.

Kirimkan renungan/refleksi/pengalaman iman Anda ke blog ini untuk ditampilkan agar pembaca terinspirasi. Anda bisa mengirimkan ke email: diamsejenak@gmail.com

kategori

Selasa, 14 Agustus 2007

BEKERJA SESUAI DENGAN KEMAMPUAN KITA

Kalau hidupmu sehari-hari tidak berarti, jangan salahkan hidupmu; salahkanlah dirimu; akuilah pada diri sendiri bahwa engkau bukanlah seorang penyair yang dapat menggubah kehidupan yang kaya nuansa; karena bagi sang pencipta tidak ada kemiskinan dan tidak ada tempat yang tidak layak.

RAIDER MARIA RILKE

Sampai saat ini banyak di antara kita yang diam-diam percaya bahwa kita harus menunggu sampai semua tenang kembali sebelum kita memulai suatu tindakan। Esok kita akan mulai menemukan kenikmatan-kenikmatan sejati. Esok kita akan memperlakukan diri kita dengan lebih baik. Esok kita akan menyisihkan waktu untuk diri kita sendiri dan menikmatinya. Esok, bila semua sudah tenang. Yang seperti ini dapat saya laporkan dari garis depan: hidup tak dapat menjadi tenang untuk waktu yang cukup lama bagi kita dan memberi kesempatan kepada kita untuk menunggu sampai besok pagi untuk memulai cara hidup seperti yang kita inginkan. Hidup selalu bergerak, selalu berubah, selalu menghadirkan situasi-situasi yang tak terduga. Selalu ada hal-hal menjengkelkan yang menguras perhatian Anda: dering telepon, anak-anak, pesan-pesan lewat fax, mobil mogok, piutang yang tak tertagih. Marilah kita mengakui bahwa sejauh pengalaman hidup yang nyata, kita hanya berada satu langkah dari pergulatan dengan kegagalan.

Jadi, apa yang harus kita lakukan? Kita bisa berhenti dan menunggu sampai hidup kita menjadi sempurna dan mulai bekerja dengan apa yang kita miliki dan membuatnya memuaskan bagi kita, sejauh yang kita mampu lakukan. Kita dapat menerima, mensyukuri, mengucapkan terima kasih, dan terus bekerja. Hari ini, kita dapat mulai menggali kekayaan rohani dari hidup kita sehari-hari. Hari ini kita bisa mengubah rasa serba kekurangan menjadi rasa syukur karena berkah yang melimpah. Menunda-nunda membuat kita kehilangan terlalu banyak kesempatan yang berharga. Teleponlah kawan Anda dan undanglah dia makan siang, mulailah membaca atau bahkan menulis novel, rapikan arsip Anda, cobalah resep masakan baru untuk hidangan makan malam, senyumlah kepada setiap orang yang Anda temui, duduk dan rajut impian Anda di depan perapian yang menebarkan kehangatan, ambil jarum sulam Anda lagi, bersikaplah seakan Anda bersyukur karena diberi hidup, tebarkanlah kebahagiaan. Pikirkan satu hal yang dapat membuat Anda gembira dan lakukan itu. Bagus! Langah pertama dalam suatu perjalanan selalu adalah langkah yang paling sulit. "Hidup memberi kehidupan. Energi menciptakan energi," begitu aktris Prancis yang terrnasyhur, Sarah Bernhardt, mengingatkan kita. "Hanya dengan membaktikan diri kita, kita menjadi kaya."


diambil dari SIMPLE ABUNDANCE: Menemukan Makna pada hal-hal yang sederhana (Sarah Ban Breathnach, Gramedia, 2000:57-58)

Tidak ada komentar: