Sumbangan Tulisan

Terima kasih Anda telah mengunjungi blog ini. Semoga Anda terinspirasi untuk Diam Sejenak 'tuk merenungkan hidup ini.

Kirimkan renungan/refleksi/pengalaman iman Anda ke blog ini untuk ditampilkan agar pembaca terinspirasi. Anda bisa mengirimkan ke email: diamsejenak@gmail.com

kategori

Minggu, 26 Agustus 2007

CENTERING PRAYER

“Lalu firman-Nya: "Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!" Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu. Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa. Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" (I Raja-raja 19:11-13)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nabi Elia yang sedang mengalami pergumulan berat mengalami kehadiran Allah pada saat mendengar angin sepoi-sepoi basa. Pengalaman Elia mau mengatakan kepada kita betapa kita akan mengalami Allah jika kita memberi ruang dalam hidup kita untuk mengalami Allah dalam keheningan. Keheningan adalah bahasa Allah.

Keheningan di dalam doa akan membantu kita mengalami kehadiran Allah. Centering Prayer yang merupakan doa populer saat ini adalah doa keheningan dengan maksud membantu kita mengalami kehadiran Allah yang hidup dan tinggal di dalam diri kita. Di samping mengalami kehadiran Allah, doa ini juga akan membantu kita memandang setiap peristiwa hidup kita dari sudut pandang lain, yakni dalam sudut pandang Allah. Percayalah Anda akan menjadi orang yang tangguh dalam menapaki jalan hidup kesaharian yang tampaknya membosankan dan tidak mengenakkan.

Berikut ini adalah langkah-langkah doa Centering Prayer yang dapat Anda ikuti. Doa ini berlangsung selama 20-30 menit (atau Anda dapat menentukan sendiri waktu sesuai dengan kebutuhan Anda):

1. Pilihlah sebuah KATA SUCI sebagai simbol dari maksud Anda untuk membiarkan diri mengalami kehadiran Allah yang hidup di dalam diri Anda sendiri. Kata suci merupakan kata yang mewakili keinginan Anda untuk berada dalam dan mengalami kehadiran Allah serta untuk berpasrah pada kehendak-Nya. Kata suci tidak perlu diubah selama doa. Contoh kata suci: Yesus, Tuhan, Cinta

2. Duduklah dengan nyaman dan dengan mata tertutup, tenang (Anda bisa mengucapkan doa singkat, misalnya Tuhan, aku mengucapkan terima kasih atas kehadiran-Mu di dalam diriku) dan sambil memunculkan kata suci di dalam kesadaran. Pikirkanlah kata suci itu dalam bentuk apapun ia muncul. Tetapi kata ini tidak untuk diulang terus-menerus. Ketika Anda menjadi tenang dan masuk semakin mendalam, Anda akan bisa mencapai pengalaman di mana kata suci hilang sama sekali dan tidak ada pikiran apapun. Dalam keheningan batin Anda mengalami kasih Allah.

3. Ketika Anda menyadari pikrian-pikiran, dengan sangat perlahan-lahan kembalilah ke kata suci. Pikiran yang dimaksud adalah perasaan-perasaan, keinginan-keinginan, ingatan-ingatan, dan aneka pengalaman inderawi yang membelokkan Anda pada tujuan mengalami kehadiran Allah. Kita tidak perlu berusaha keras menolak pikiran-pikiran itu. Kita hanya membiarkan pikiran-pikiran itu lewat begitu saja tanpa mempengaruhi Anda. Kalau Anda sudah terbiasa dengan doa ini, pikiran-pikiran itu tidak akan mengganggu Anda lagi. Anda akan seperti orang yang tinggal di daerah rel kereta api di mana Anda sangat terganggu saat pertama tinggal di daerah rel itu, tetapi setelah terbiasa, kebisingan-kebisingan yang ditimbulkan oleh kereta api yang lewat tidak lagi mengganggu Anda.

4. Di akhir doa, tetaplah tenang dengan mata tertutup untuk beberapa menit. Waktu tambahan ini dimaksudkan untuk membaantu Anda membawa suasana keheningan dalam kehidupan keseharian Anda.

(diambil dari berbagai sumber)

bastian-wawan

1 komentar:

..MeLinDa's.. mengatakan...

wahh.. terima kasih yah.. saya baru baca yang ini ^^

ini hampir sama prinsipnya seperti meditasi yah..
nanti dicoba ahh ^^