“Kadang-kadang kita sangat takut ditolak, sehingga kita mempertahankan diri dengan lebih dahulu membuat penolakan. Kita membuat jarak dengan orang lain – kita menolak mereka – dengan berpikir bahwa lebih baik menjauh dari mereka daripada membiarkan mereka menghancurkan kita”
(Douglas A. Marrison dan Christopher P. Witt)
Kegagalan dalam membangun relasi dan kehidupan bersama terkadang bersumber dari ketakutan untuk ditolak. Ketakutan itu terkadang tidak berdasarkan atas fakta yang dialami bersama dengan orang lain. Tetapi ketakutan itu lahir dari kecurigaan yang kita ciptakan sendiri. Kita berpikir seperti ini: “Ketika orang lain atau pasangan hidupku mengetahui keburukan atau kelemahanku dan bahkan momen-momen dalam hidupku yang paling aku sembunyikan akan menolak dan bahkan meninggalkanku. Pengalaman ditolak dan ditinggalkan ini akan menghancurkan hidupku”.
Relasi dan kehidupan bersama dengan orang lain harus dibangun di atas kepercayaan. Kita harus percaya bahwa orang lain akan menerima kita apa adanya, baik kebikan dan keburukan kita. Penerimaan orang lain terhadap diri kita hanya mungkin jika kita mewujudkan kepercayaan itu dalam kejujuran dan bukan dalam kepalsuan diri. Kejujuran? Ya, kejujuran tentang siapa kita. Kita tidak perlu menggunakan topeng diri agar kita diterima oleh orang lain. Topeng diri akan membuat diri kita tidak aman! Ketidakamanan diri itu akan dirasakan oleh orang lain. Lihat….!! Ketidakjujuran kita justru akan melukai mereka. Relasi dan hidup bersama pun akan hancur.
Relasi dan kehidupan bersama terkadang melukai kita. Kita harus siap untuk dilukai… Luka itu akan sembuh dan menjadi berkah manakala kepercayaan satu dengan yang lain kita bangun dan ketakutan yang kita ciptakan sendiri kita tanggalkan…..!
(Bastian-Wawan)
kategori
- refleksi (12)
- daily bible (11)
- artikel (4)
- cerita (3)
- puisi (1)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar