“Kau akan baik-baik saja. Kau punya hati yang teguh. Dalam hidup ini, kau tentu akan melakukan kesalahan, kau akan mengalami kegagalan, tetapi bangun dan berdiri lagi itulah yang penting.”
(DAVE PELZER, a Man named Dave)
Hari-hari yang kita lalui diwarnai dengan peristiwa-peristiwa yang sarat dengan suasana kegembiraan dan kesedihan, kesuksesan dan kegagalan, melakukan kesalahan dan melakukan kebaikan. Intinya, aneka peristiwa dan sekaligus suasana hati yang ditumbulkannya saling bertentangan antara yang satu dengan yang laiinya.
Bingung! Hidup tidak ada makna! Itulah yang kita alami manakala kita berada pada disposi batin yang ekstrim sebagai dampak dari peristiwa-peristiwa yang bertentangan yang kita alami dalam hidup keseharian kita. Kegembiraan dan kesuksesan terkadang membawa orang pada disposisi hidup berhenti untuk berusaha karena merasa segala-galanya telah tercapai. Tetapi lambat-laun, ada kebosanan dan ketidakbahagiaan yang akan menghapiri hari-harinya. Demikian pula dengan yang mengalami kegagalan dan kesedihan, dia merasa paling menderita hinggan sampai pada taraf putus asa dan bunuh diri.
Andaikan kita mampu bersyukur atas setiap peristiwa yang kita alami dan terima dalam hidup ini, niscaya hidup kita akan tenteram dan bahagia. Kita tidak akan digelisahkan oleh banyak peristiwa apa pun yang terjadi dalam hidup kita karena kita berada pada disposisi batin yang selalu menerima dan mensyukuri apa pun bahkan yang paling dihindari dan ditolak oleh banyak orang!
Hidup penuh syukur. Orang yang senantiasa bersyukur akan mampu menghargai sekecil apa pun yang dialami dalam hidupnya. Orang yang bersyukur tidak akan pernah berhenti berusaha untuk berbuat sesuatu manakala dia mengalami kegagalan dan kesedihan. Kegagalan dan kesedihan selalu dilihat sebagai sisi lain dari kesempatan untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan.
Hidup ini adalah rahmat. Itulah keyakinan yang selalu menggema dalam hati orang yang selalu bersyukur. Karena hidup ini adalah rahmat, maka hidup ini harus di rencakan; harus dikerjakan; harus berharap dengan antusias bahwa setiap saat dalam hari-hari yang kita isi dengan kebaikan akan menyediakan keajaiban kecil dalam hidup kita.
Kita akan mampu menjadi orang yang selalu bersyukur manakala kita memberi waktu untuk DIAM SEJENAK merenungkan hari-hari yang kita lalui bersama Tuhan yang menyelenggarakan hidup ini.
bastian-wawan
kategori
- refleksi (12)
- daily bible (11)
- artikel (4)
- cerita (3)
- puisi (1)
Senin, 11 Juni 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
Wahh..
Aku juga baca loh bukunya..
Memang itu bisa jadi bahan refleksi yang baik buat pembacanya..
Aku terkesan juga sama judul 'DIAM SEJENAK'
karena aku juga kadang sulit sekali meluangkan waktu sesaat buat 'diam' dulu 'sejenak'..
Nice ^^
Posting Komentar