Lukas 1:39-45
Andik mengurung diri di kamar. Dia merasa kehilangan harapan. Perusahan di mana dia bekerja mengalami bangkrut. Keluar dari perusahaan adalah kenyataan yang harus dia terima. Andik sudah mencari pekerjaan, baik dengan mendatangi perusahan maupun mengirimkan lamaran secara tertulis. Tetapi, tak satu pun perusahan yang mau menerima dia. Di tengah keputusasaannya, Andik dikunjungi oleh teman lamanya. Andik mengalami penghibur dan harapannya kembali bersemi ketika teman lamanya memintanya untuk mengirimkan lamaran ke perusahan di mana temannya itu bekerja. Betapa Andik bergembira karena lamarannya dikabulkan. Dia mengalami bahwa Tuhan tidak meninggalkannya.
**************************
Kehadiran kita terkadang tidak sekedar kehadiran belaka, tetapi memiliki makna bagi orang lain. Pengalaman Maria menunjukkan betapa kehadiran itu bermakna. Maria segera mengunjungi Elisabet, saudarinya, setelah Malaikat Gabriel menyampaikan pesan ini kepadanya: “Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu” (Lukas 1:36). Jangan membayangkan bahwa Maria mengadakan perjalanan dengan transportasi modern. Maria menempuh perjalanan dengan berjalan kaki ke Pegunungan menuju sebuah kota di wilayah Yehuda sekitar 115 Km.
Ketika sampai di rumah Zakharia, Maria memberi salam. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus dan lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.” Betapa kehadiran Maria membawa kegembiraan dan bahkan suka cita rohani kepada Elisabet dan anak yang di dalam rahimnya. Di samping itu, kehadiran Maria membawa Elisabet pada iman akan Allah yang melakukan karya besar di dalam diri Maria.
Kehadiran Maria membawa kegembiraan dan mengantar Elisabet kepada iman akan Allah yang melakukan karya besar. Apakah kehadiranku membawa kegembiraan bagi orang-orang yang ada di sekitarku? Atau, apakah aku hanya menjadi pembawa keresahan dan konflik? Apakah kehadiranku juga membawa mereka kepada Allah? Atau, aku hanya membawa mereka pada diriku sendiri dan bahkan mengajak mereka untuk bergosip sampai menjauhkan mereka dari Allah? Semoga kehadiranmu membawa orang lain pada Allah dan pada pengalaman suka cita! (bastian-wawan, cm)
Andik mengurung diri di kamar. Dia merasa kehilangan harapan. Perusahan di mana dia bekerja mengalami bangkrut. Keluar dari perusahaan adalah kenyataan yang harus dia terima. Andik sudah mencari pekerjaan, baik dengan mendatangi perusahan maupun mengirimkan lamaran secara tertulis. Tetapi, tak satu pun perusahan yang mau menerima dia. Di tengah keputusasaannya, Andik dikunjungi oleh teman lamanya. Andik mengalami penghibur dan harapannya kembali bersemi ketika teman lamanya memintanya untuk mengirimkan lamaran ke perusahan di mana temannya itu bekerja. Betapa Andik bergembira karena lamarannya dikabulkan. Dia mengalami bahwa Tuhan tidak meninggalkannya.
**************************
Kehadiran kita terkadang tidak sekedar kehadiran belaka, tetapi memiliki makna bagi orang lain. Pengalaman Maria menunjukkan betapa kehadiran itu bermakna. Maria segera mengunjungi Elisabet, saudarinya, setelah Malaikat Gabriel menyampaikan pesan ini kepadanya: “Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu” (Lukas 1:36). Jangan membayangkan bahwa Maria mengadakan perjalanan dengan transportasi modern. Maria menempuh perjalanan dengan berjalan kaki ke Pegunungan menuju sebuah kota di wilayah Yehuda sekitar 115 Km.
Ketika sampai di rumah Zakharia, Maria memberi salam. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus dan lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.” Betapa kehadiran Maria membawa kegembiraan dan bahkan suka cita rohani kepada Elisabet dan anak yang di dalam rahimnya. Di samping itu, kehadiran Maria membawa Elisabet pada iman akan Allah yang melakukan karya besar di dalam diri Maria.
Kehadiran Maria membawa kegembiraan dan mengantar Elisabet kepada iman akan Allah yang melakukan karya besar. Apakah kehadiranku membawa kegembiraan bagi orang-orang yang ada di sekitarku? Atau, apakah aku hanya menjadi pembawa keresahan dan konflik? Apakah kehadiranku juga membawa mereka kepada Allah? Atau, aku hanya membawa mereka pada diriku sendiri dan bahkan mengajak mereka untuk bergosip sampai menjauhkan mereka dari Allah? Semoga kehadiranmu membawa orang lain pada Allah dan pada pengalaman suka cita! (bastian-wawan, cm)
1 komentar:
Frater...
terima kasih banget buwat kiriman renungan hariannya...
sungguh membantu ruri buwat memulai hari,
"melihat" ke dalam hati,
benteng ruri buwat segala perbuatan dan perkataan,
meski ruri masih sering moody, sulit mengendalikan emosi (emotionally roller coaster niy, Frat...)
terima kasih...
^_____________^
Posting Komentar