Dalam suatu acara retret, kami meminta peserta untuk terlibat dalam sebuah permainan “Join the Dots”.
Para peserta diberi lembaran kertas di mana terdapat gambar sembilan titik yang membentuk empat persegi panjang. Peserta diminta menghubungkan kesembilan titik itu dengan empat garis lurus, tetapi dengan syarat alat tulis tidak diperkenankan diangkat dari lembaran kerja. Semua peserta tidak dapat mengerjakannya. Mereka hanya berhasil menghubungkan titik itu tetapi bukan dengan empat garis lurus seperti yang kami minta, melainkan dihubungkan dengan
lima garis lurus. Mengapa mereka gagal? Rupannya kegagalan mereka terletak pada sudut pandang mereka yang terpusat pada bagian dalam kotak yang dibentuk oleh kesembilan titik itu. Ketika kami mengajak mereka untuk menarik garis lurus melampaui “kotak”, kesembilan titik itu dapat dihubungkan dengan empat garis lurus.
Keputusasaan kita kerapkali dikendalikan oleh sudut pandang kita yang terlalu sempit! Kaku! Ketika kita berhadapan dengan aneka persoalan hidup, kita tidak sabar untuk segera menyelesaikannya. Tetapi apa yang kita inginkan itu tidak tercapai, walaupun telah berusaha menyelasikannya dengan pelbagai cara. Kita kehilangan akal! Kecewa! Putus asa! Mungkinkah jalan itu telah buntu?
Kita perlu keluar dari “kotak” diri kita sendiri. Kita perlu menarik diri untuk melihat dan menyelami dengan hati segala persoalan itu. Percayalah, kita akan segera memiliki cara pandang baru menerima dan menghadapi persoalan itu. Ingat, yang perlu kita lakukan hanyalah menarik diri dari diri kita sendiri dalam keheningan batin dan dalam kebersamaan dengan Tuhan. (bastian-wawan, cm)
2 komentar:
Salam kenal,
Terima kasih renungannya... bagus... jadi menyadarkan bahwa saya juga seringkali terjebak pada kotak (pola) saya sendiri...
dan...
melalui blog Anda, saya disadarkan lagi untuk menyediakan waktu merenung...
terima kasih ya...
Tuhan memberkati
Salam,
R. Lilik Siswanto
http://www.leksismenulis.blogspot.com
Sdr. Lilik...trims mau membaca blog saya...
salam kenal n Tuhan memberkati
Posting Komentar